Prinsip Dasar Animasi Tween Dalam Flash
1. Objek harus di convert menjadi symbol jika tidak flash secara otomatis akan mengkonvert objek dengan nama otomatis, yang akan mempersulit kita ketika sudah memiliki banyak objek untuk dianimasikan.
2. Satu keyframe khusus untuk satu symbol dalam animasi tween, 1 keyframe hanya boleh ditempati 1 buah symbol. Apabila terdapat 2 objek atau lebih maka garis putus-putus pada timeline akan muncul dan animasi tween tidak akan terbentuk sempurna. Gunakan beberapa layer untuk menganimasikan beberapa objek sekaligus
3. Minimal harus memiliki 2 keyframe animasi motion-tween selalu membutuhkan keyframe awal dan keyframe akhir.
Animasi Tween dengan Ease
Ease adalah upaya untuk membuat gerakan sebuah animasi menjadi lebih realistik, bisa disebut sebagai perlambatan atau percepatan sebuah animasi. Untuk mendapatkan kesan realis dalam sebuah animasi, kita perlu mengacu pada kondisi riil di dunia nyata. Sebagai contoh ketika kita membuat animasi bola memantul dari atas ke bawah, akan ada efek percepatan dan perlambatan akibat adanya grafitasi. Ketika bola baik ke atas, maka bola akan melambat karena tertarik grafitasi dan ketika bola bola bergerak ke bawah maka bola akan tertarik grafitasi (mengalami percepatan). Perhatikan gambar berikut
Gambar 54. Animasi dengan ease
Pada tutorial berikut akan dijelaskan teknik membuat animasi pendulum dengan menggunakan ease untuk menambah kesan realis. Untuk melakukannya perhatikan langkah berikut :
1. Buatlah sebuah file baru. Kemudian dengan menggunakan Oval tool dan line tool, buatlah sebuah bola yang tergantung pada seutas tali. Kemudian seleksi semua dan pilih menu Modify > Convert to Symbol atau menekan tombol F8. Kemudian anda ketikan “pendulum” pada kolom Name, pilih Movieclip pada opsi Type dan pilih atas tengah pada opsi Registration. Perhatikan gambar.
Gambar 55. Symbol “pendulum”
2. Untuk membuat animasi 2 buah pendulum yang saling memantul diperlukan 2 gambar pendulum dan 2 buah layer (Karena peraturan bahwa satu keyframe hanya boleh diletakkan 1 buah symbol jika dianimasikan dengan motion tween). Untuk itu buatlah sebuah layer baru di atas layer 1 dengan menekan menu Insert > Timeline > Layer atau menekan tombol New Layer yang berada di timeline.
Gambar 56. New Layer
3. Karena gambar pendulum yang digunakan sama, maka tidak perlu dibuat ulang. Setiap symbol yang sudah dibuat, secara otomatis akan masuk ke dalam Library dan dapat digunakan secara berulang. Buka Library dengan menekan menu Window > Library atau dengan menekan tombol Ctrl+L. Pada panel Library akan anda dapati symbol pendulum yang telah dibuat sebelumnya.
Gambar 57. Library
4.. Untuk menambahkan pendulum kedua, klik frame 1 layer 2, kemudian drag symbol pendulum dari library ke stage. Atur posisinya, sesuaikan dengan pendulum pertama.
Gambar 58. Menambahkan symbol dari library ke stage
5. Karena gerakan pendulum adalah gerakan melengkung / parabola, kita harus memperhatikan titik pusat rotasi. Dengan menggunakan Free Transform Tool, geser titik pusat rotasi (pivot point) menuju ke ujung atas benang. Lakukan ada ke dua pendulum.
Gambar 59. Menggeser Pivot Point
Setelah pengaturan pivot point kedua pendulum, dengan menggunakan Free Transform Tool atur posisi ke dua pendulum tersebut ke posisi awal. Untuk merotasi objek dekatkan mouse ke ujung objek sehingga muncul ikon rotasi, kemudian drag sesuai dengan kebutuhan. Lihat gambar
Gambar 60. Posisi awal pendulum
6. Perlu diperhatikan bahwa gerakan pendulum akan berulang, dimana gerakan utama pendulum ada tiga langkah seperti pada gambar 62, sehingga masing- masing layer membutuhkan 3 buah Key Frame.
7.. Karena posisi awal dan posisi akhir dari pendulum sama, maka langkah yang paling tepat adalah mengerjakan terlebih dahulu posisi awal dan akhir. Seleksi frame 40 layer 1 dan layer 2 (dengan menahan tombol shift + klik pada frame 40), kemudian pertahankan posisi mouse, klik kanan dan pilih Insert Key Frame.
Gambar 61. Insert Keyframe 40 – tanpa perubahan apapun
8. Ketika posisi pendulum sedang turun (di tengah / di bawah), maka waktu yang tepat adalah setengah dari waktu total. Karena waktu total adalah 40 frame, maka setengah dari waktu adalah 20 frame. Seleksi frame 20 layer 1 dan layer 2 (dengan menahan tombol shift + klik pada frame 20), kemudian pertahankan posisi mouse, klik kanan dan pilih Insert Key Frame.
Kemudian dengan menggunakan Free Transform Tool, atur posisi kedua pendulum sesuai dengan gambar berikut:
Gambar 62. Pengaturan Keyframe pendulum
9. Untuk menambahkan animasi, seleksi seluruh frame layer 1 dan layer 2 (klik frame 1 layer 2, tahan tombol shift dan klik frame 2 layer 1). Pertahankan posisi kursor mouse, klik kanan dan pilih Create Classic Tween.
Gambar 63. Menambahkan Classic Tween pada seluruh layer
10. Jalankan aplikasi dengan menekan tombol Ctrl+Enter. Maka akan terbentuk animasi gerakan pendulum. Namun demikian jika anda perhatikan gerakan tersebut masih terkesan kaku (tidak alami), karena efek grafitasi tidak bekerja.
11. Untuk membuat animasi tersebut lebih terkesan realis, perlu ditambahkan ease. Ketika objek tertarik grafitasi (frame 1 sampai frame 20) maka diperlukan ease bernilai negatif (ease in) dan sebaliknya ketika objek memantul ke atas maka pendulum akan semakin melambat, sehingga diperlukan ease bernilai positif (ease out).
Untuk mengatur ease, klik frame 10 layer 1 dan layer 2. Pada panel properties ubah nilai parameter ease menjadi -100 (ease in). Selanjutnya klik frame 30 layer 1 dan layer 2 lalu ubah nilai parameter ease menjadi 100 (ease out).
Gambar 64. Pengaturan ease
12. Jalankan aplikasi dengan menekan Ctrl+Enter. Maka animasi pendulum yang dihasilkan akan lebih realis.
Gambar 65. Perbedaan Animasi pendulum tanpa dan dengan ease
“Sumber Informasi”
Thanks for reading Prinsip Dasar Animasi Tween Dalam Flash. Please share...!











