Adobe Flash
Setelah
memahami proses perancangan suatu media pembelajaran interaktif, maka tahapan
berikutnya adalah proses pengembangan untuk menghasilkan produk yang dimaksud.
Pada saat ini cukup banyak tool atau aplikasi yang dapat digunakan untuk
mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif. Diantara aplikasi tersebut
antara lain :
Alfi Blog
Juli 24, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Adobe Flash
Setelah
memahami proses perancangan suatu media pembelajaran interaktif, maka tahapan
berikutnya adalah proses pengembangan untuk menghasilkan produk yang dimaksud.
Pada saat ini cukup banyak tool atau aplikasi yang dapat digunakan untuk
mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif. Diantara aplikasi tersebut
antara lain :
Prinsip
Desain Media Pembelajaran
Di
dalam unsur-unsur senirupa dikenal adanya garis, raut, warna, ruang, tekstur
dan gelap terang. Unsur tersebut juga muncul dalam sebuah desain media
pembelajaran interaktif, sehingga kita dapat mengaitkan prinsip desain/seni
rupa pada desain media pembelajaran. Beberapa prinsip yang dapat diaplikasikan
dalam desain media pembelajaran antara lain :
Alfi Blog
Juli 23, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Prinsip
Desain Media Pembelajaran
Di
dalam unsur-unsur senirupa dikenal adanya garis, raut, warna, ruang, tekstur
dan gelap terang. Unsur tersebut juga muncul dalam sebuah desain media
pembelajaran interaktif, sehingga kita dapat mengaitkan prinsip desain/seni
rupa pada desain media pembelajaran. Beberapa prinsip yang dapat diaplikasikan
dalam desain media pembelajaran antara lain :
Testing Phase
Tahapan testing adalah sebuah proses pengumpulan informasi untuk memperbaiki segala kesalahan desain dan kesalahan programming. Tahapan ini diperlukan sebagai bentuk quality control dari media pembelajaran yang dibuat. Dari tahapan ini akan diketahui berbagai kesalahan, kesalahan penulisan materi, kesalahan logika, kesalahan ukuran interface dan sebagainya.
Alfi Blog
Juli 22, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Testing Phase
Tahapan testing adalah sebuah proses pengumpulan informasi untuk memperbaiki segala kesalahan desain dan kesalahan programming. Tahapan ini diperlukan sebagai bentuk quality control dari media pembelajaran yang dibuat. Dari tahapan ini akan diketahui berbagai kesalahan, kesalahan penulisan materi, kesalahan logika, kesalahan ukuran interface dan sebagainya.
Programming Phase
Pemrograman diperlukan dalam sebuah aplikasi media pembelajaran interaktif. Pekerjaan pemrograman membutuhkan ketelitian dan pemahaman atas logika. Pada umumnya kegiatan pemrograman dapat dilakukan dengan mudah oleh programmer, namun khusus untuk pemrograman multimedia pembelajaran dapat dilakukan oleh non programer karena tidak membutuhkan kode yang terlalu panjang.
Alfi Blog
Juli 21, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Programming Phase
Pemrograman diperlukan dalam sebuah aplikasi media pembelajaran interaktif. Pekerjaan pemrograman membutuhkan ketelitian dan pemahaman atas logika. Pada umumnya kegiatan pemrograman dapat dilakukan dengan mudah oleh programmer, namun khusus untuk pemrograman multimedia pembelajaran dapat dilakukan oleh non programer karena tidak membutuhkan kode yang terlalu panjang.
Visual Development Phase
Pada tahapan ini aset-aset visual dibuat. Asets visual meliputi grafik yang akan dipakai sebagai objek dalam media, efek visual, typografi (pengggunaan huruf) dan grafik untuk keperluan interface (antar muka). Pada umunya tahapan ini lebih mudah dilakukan oleh desainer grafis, karena membutuhkan skill grafis dan kepekaan estetik. Sebuah media pembelajaran interaktif merupakan produk dari multidisiplin ilmu, sehingga apabila pembuat media pembelajaran hanya menguasai pembuatan dan pengolahan materi, maka dibutuhkan tenaga grafis untuk mengerjakan tahapan ini.
Alfi Blog
Juli 20, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Visual Development Phase
Pada tahapan ini aset-aset visual dibuat. Asets visual meliputi grafik yang akan dipakai sebagai objek dalam media, efek visual, typografi (pengggunaan huruf) dan grafik untuk keperluan interface (antar muka). Pada umunya tahapan ini lebih mudah dilakukan oleh desainer grafis, karena membutuhkan skill grafis dan kepekaan estetik. Sebuah media pembelajaran interaktif merupakan produk dari multidisiplin ilmu, sehingga apabila pembuat media pembelajaran hanya menguasai pembuatan dan pengolahan materi, maka dibutuhkan tenaga grafis untuk mengerjakan tahapan ini.