Testing Phase
Tahapan testing adalah sebuah proses pengumpulan informasi untuk memperbaiki segala kesalahan desain dan kesalahan programming. Tahapan ini diperlukan sebagai bentuk quality control dari media pembelajaran yang dibuat. Dari tahapan ini akan diketahui berbagai kesalahan, kesalahan penulisan materi, kesalahan logika, kesalahan ukuran interface dan sebagainya.
Alfi Blog
Juli 22, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Testing Phase
Tahapan testing adalah sebuah proses pengumpulan informasi untuk memperbaiki segala kesalahan desain dan kesalahan programming. Tahapan ini diperlukan sebagai bentuk quality control dari media pembelajaran yang dibuat. Dari tahapan ini akan diketahui berbagai kesalahan, kesalahan penulisan materi, kesalahan logika, kesalahan ukuran interface dan sebagainya.
Programming Phase
Pemrograman diperlukan dalam sebuah aplikasi media pembelajaran interaktif. Pekerjaan pemrograman membutuhkan ketelitian dan pemahaman atas logika. Pada umumnya kegiatan pemrograman dapat dilakukan dengan mudah oleh programmer, namun khusus untuk pemrograman multimedia pembelajaran dapat dilakukan oleh non programer karena tidak membutuhkan kode yang terlalu panjang.
Alfi Blog
Juli 21, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Programming Phase
Pemrograman diperlukan dalam sebuah aplikasi media pembelajaran interaktif. Pekerjaan pemrograman membutuhkan ketelitian dan pemahaman atas logika. Pada umumnya kegiatan pemrograman dapat dilakukan dengan mudah oleh programmer, namun khusus untuk pemrograman multimedia pembelajaran dapat dilakukan oleh non programer karena tidak membutuhkan kode yang terlalu panjang.
Visual Development Phase
Pada tahapan ini aset-aset visual dibuat. Asets visual meliputi grafik yang akan dipakai sebagai objek dalam media, efek visual, typografi (pengggunaan huruf) dan grafik untuk keperluan interface (antar muka). Pada umunya tahapan ini lebih mudah dilakukan oleh desainer grafis, karena membutuhkan skill grafis dan kepekaan estetik. Sebuah media pembelajaran interaktif merupakan produk dari multidisiplin ilmu, sehingga apabila pembuat media pembelajaran hanya menguasai pembuatan dan pengolahan materi, maka dibutuhkan tenaga grafis untuk mengerjakan tahapan ini.
Alfi Blog
Juli 20, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Visual Development Phase
Pada tahapan ini aset-aset visual dibuat. Asets visual meliputi grafik yang akan dipakai sebagai objek dalam media, efek visual, typografi (pengggunaan huruf) dan grafik untuk keperluan interface (antar muka). Pada umunya tahapan ini lebih mudah dilakukan oleh desainer grafis, karena membutuhkan skill grafis dan kepekaan estetik. Sebuah media pembelajaran interaktif merupakan produk dari multidisiplin ilmu, sehingga apabila pembuat media pembelajaran hanya menguasai pembuatan dan pengolahan materi, maka dibutuhkan tenaga grafis untuk mengerjakan tahapan ini.
Design Treatment
Design treatment merupakan sebuah istilah desain yang mengandung pengertian analisis tentang produk apa yang akan dibuat dan apa yang dibutuhkan untuk membuatnya. Pada tahapan ini sebuah media pembelajaran harus melalui sebuah proses analisis secara mendalam tentang apa saja yang terkait dengan media tersebut diantaranya adalah :
Alfi Blog
Juli 19, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Design Treatment
Design treatment merupakan sebuah istilah desain yang mengandung pengertian analisis tentang produk apa yang akan dibuat dan apa yang dibutuhkan untuk membuatnya. Pada tahapan ini sebuah media pembelajaran harus melalui sebuah proses analisis secara mendalam tentang apa saja yang terkait dengan media tersebut diantaranya adalah :
Desain Media Pembelajaran
Pada bab I, sempat disinggung bahwa kelemahan beberapa media pembelajaran berbasis komputer yang sudah ada adalah sifat dari media tersebut yang hanya memindah materi di dalam buku ke layar komputer. Layar pada akhirnya berisi penuh dengan materi yang harus dibaca oleh peserta didik, yang mana menurut Edgar Dale (1946) efektifitas membaca sebuah materi hanya berada dikisaran 10%. Berbeda halnya jika sebuah media pembelajaran dibuat dengan desain yang baik, dengan melibatkan grafis, audio, video dan interaktifitas akan menaikkan efektifitas penyerapan materi hingga 80 – 90%.
Alfi Blog
Juli 18, 2026
Admin
Bandung Indonesia
Desain Media Pembelajaran
Pada bab I, sempat disinggung bahwa kelemahan beberapa media pembelajaran berbasis komputer yang sudah ada adalah sifat dari media tersebut yang hanya memindah materi di dalam buku ke layar komputer. Layar pada akhirnya berisi penuh dengan materi yang harus dibaca oleh peserta didik, yang mana menurut Edgar Dale (1946) efektifitas membaca sebuah materi hanya berada dikisaran 10%. Berbeda halnya jika sebuah media pembelajaran dibuat dengan desain yang baik, dengan melibatkan grafis, audio, video dan interaktifitas akan menaikkan efektifitas penyerapan materi hingga 80 – 90%.