Interaktifitas
Dalam perkembangan teknologi terdapat istilah media dan new media. New media mengacu pada materi yang tersedia secara online, diakses melalui perangkat digital dan pada umumnya memberikan pengalaman interaktif kepada penggunanya. Kebanyakan teknologi yanng digambarkan sebagai "media baru" bersifat digital, sering memiliki karakteristik yang dimanipulasi, melalui jaringan, padat, kompresibel, dan interaktif. Sehingga menurut definisi tersebut, multimedia pembelajaran interaktif tergolong pada kategori new media.
Lister (2003) menjelaskan bahwa sebuah media baru harus memiliki konsep dasar yang menjadi karakteristik dari media baru, yaitu :
1. Digitality
Berarti seluruh data terpisah dari bentuk fisiknya (contoh : teks tidak lagi harus berbentuk buku), data dapat disimpan dalam ruang yang kecil, data dapat diakses dengan kecepatan tinggi, dan data dapat dimanipulasi dengan mudah.
2. Interaktivitas
Berarti bahwa pengguna dapat melakukan intervensi manipulasi dan intervensi terhadap media yang diakses. Interaktivitas merupakan salah satu kelebihan dari media barukarena memungkinkan : (1) pengguna menjadi memiliki kekuatan untuk terlibat dengan teks media, (2) pengguna mempunyai hubungan yang lebih independen dengan sumber-sumber, (3) penggunaan media yang bersifat personal, (4) pengguna memiliki lebih banyak pilihan.
3. Hypertext
Hypertext adalah istilah yang menggambarkan teks yang mampu menghubungkan dengan teks lain yang berada di atas atau di luar teks tersebut. Hypertext memungkinkan pengguna dapat membaca teks tanpa harus berurutan dan memulai teks dari mana saja yang ia inginkan.
4. Dispersal
Berarti media baru sangat spesifik dari segi produksi dan konsumsi. Beragamnya pesan dan sumber yang dimiliki oleh media baru menyebabkan audiens menjadi lebih selektif, semakin tersegmentasi, dan adanya hubungan personal antara pengguna dan media.
5. Virtuality
Berarti media baru dapat memberikan pengalaman kepada pengguna dalam sebuah lingkungan yang dikonstruksi media di mana pengguna dapat melakukan proses interaksi.
Dari beberapa karakteristik new media, karakter yang paling menonjol dalam multimedia pembelajaran interaktif adalah interaktivitas. William (dalam Jancowski & Hanssen, 1996) mendefinisikan interaktivitas sebagai derajat di mana partisipan dalam proses komunikasi memiliki kontrol, dan dapat bertukar peran dalam mutual discourse. Dengan menggunakan konsep mutual discourse, pertukaran, kontrol dan partisipan tersebut dapat dibedakan tiga level interaktivitas, yaitu percakapan tatap muka dengan derajat interaktivitas tertinggi; derajat yang berikutnya yaitu interaktivitas yang dimungkinkan antara orang dengan medium, atau orang dengan sistem di mana isi dapat dimanipulasi; ketiga adalah interaktivitas yang diperoleh dalam sistem informasi yang tak memungkinkan adanya intervensi dari pengguna untuk merubah konten.
Interaktifitas dalam multimedia interaktif adalah keleluasaan pengguna (operator/user) dalam mengontrol media dan kemampuan media dalam merespon input yang diberikan oleh pengguna. Interaktivitas dalam multimedia interaktif terbagi menjadi 2 yaitu interaktivitas mental dan interaktivitas fisik. Interaktivitas mental adalah interaktivitas di mana pengguna mencoba memahami materi dengan cara menangkap informasi- informasi yang ditampilkan, mengolah dan menyimpannya dalam otak. Sedangkan interaktivitas secara fisik dalam multimedia interaktif adalah keterlibatan kegiatan fisik dari pengguna untuk memberikan interaksi kepada media. Interaktivitas fisik bervariasi dari yang paling sederhana hingga yang kompleks. Interaktivitas sederhana misalnya menekan keyboard atau melakukan klik sebuah tombol dengan mouse atau menyentuh layar untuk berpindah halaman atau memasukkan jawaban dari suatu latihan yang diberikan oleh aplikasi. Interaktivitas yang komplek misalnya aktivitas di dalam suatu simulasi sederhana di mana pengguna bisa mengubah-ubah suatu variabel tertentu atau di dalam simulasi komplek atau interaksi di mana pengguna menggerakkan objek virtual.
Gambar 127. Interaktivitas sederhana
Gambar 128. Interaktivitas kompleks
Keunggulan multimedia di dalam interaktivitas adalah media ini secara inheren mampu memaksa pengguna untuk berinteraksi dengan materi baik secara fisik dan mental.
Sebagai contoh adalah simulasi kumparan Faraday di atas. Berbeda halnya jika materi yang sama disajikan dengan buku atau video, pada simulasi tersebut pengguna dapat menggerakkan magnet (interaktivitas fisik), sehingga mengetahui posisi dan gerakan terbaik dalam kumparan tembaga untuk menghasilkan daya listrik (interaktivitas mental).
Actionscript yang dimiliki oleh Flash mendukung seorang programer untuk memanipulasi objek baik dari segi posisi, ukuran, gerakan sampai dengan input. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun interativitas dalam multimedia interaktif, baik itu untuk membentuk interaktifitas yang sederhana sampai interaktifitas kompleks.
Thanks for reading Interaktifitas. Please share...!

