Dampak Etika Media Sosial
Baru-baru ini media massa dan media online memberitakan tentang seorang pemuda berinisial (RW) pengguna Facebook yang menghina seorang tokoh dan ulama di Situbondo Jawa Timur. Walaupun pemuda inisial (RW) telah meminta maaf dan setelah dimediasi oleh Kapolres Situbondo, namun proses hukum terus berlanjut. Kasus penghinaan yang di lakukan (RW), bermula dari postingan akun Facebook KH. Azaim Ibrahimy, yang membahas tahun baru masehi. Dari postingan tersebut memicu pemilik akun Facebook (RW) untuk berkomentar “nyinyir” yang kemudain berujung pada pencemaran nama baik seorang tokoh, (Ainiyah, 2018). Seharusnya kejadian (RW) tidak perlu terjadi jika pemuda seperti (RW) mengetahui Etika bermedia sosial dan bisa memanfaatkan media sosial untuk hal hal yang positif.
Generasi millenial merupakan generasi pengguna media sosial, untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan ekonomi, eksistensi bahkan pencarian informasi. Remaja millenial yang sangat akrab dengan teknologi internet dimana handphone dengan system android yang menawarkan fitur pada aplikasi yang memberi kemudahan bagi remaja millenial untuk mengakses informasi seperti yang mereka inginkan. Terkadang remaja millenial ini, tidak melakukan filter atau menyaring setiap informasi yang mampir diberanda smartphone mereka sehingga beranggapan bahwa yang muncul di beranda Facebook dan Whatspp yang mereka miliki dianggap informasi yang benar. Hal ni yang menyebabkan remaja millenial terjebak pada berita palsu,(Ainiyah, 2018). Atas dasar inilah para millenial sangat rentan untuk menjadi terpaan “hoax” atau berita palsu yang banyak beredar di social media.
Apa penyebapnya sehingga para Millenial atau remaja saat ini, dianggap pengguna sosial media paling banyak, salah satu alasannya adalah remaja
merupakan komunitas terbesar pada masyarakat Indonesia yang menggunakan media sosial secara regular. Alasan kedua adalah mereka sangat aktif menggunakan media sosial untuk mencari perhatian, meminta pendapat, dan menumbuhkan citra, namun seringkali menjadi ketergantungan, walaupun media sosial memberikan dampak positif pada remaja, namun kenyataannya mereka sulit melepaskan diri dari kegiatan yang berkaitan media sosial akhirnya memberikan dampak yang negative.
Untuk mengatasi problematika ini, maka perlu adanya pendidikan bersosial media melalui di perguruan tinggi, agar mahasiswa dapat memahami dan memfilter informasi atau berita yang ada di media sosial. Jika terlalu banyak informasi yang tidak diketahui asal-usulnya maka pilihlah konten yang berkaitan dengan hal-hal islami misalnya:
1. Kajian Ustadz Adi Hidayat
2. Moeslim Daily
3. Hidayah Dalam Dakwah
Maka dapat dipastikan bahwa informasi tersebut merupakan informasi dari orang yang terpercaya dan bukan berita bohong atau hoax, sehingga jika ingin membagikan informasi tersebut ke teman-teman media social maka tidak akan ada masalah dikemudian hari. Perlu diketahui bahwa seringkali berita atau informasi yang ingin anda bagikan ke teman-teman Facebook, hanya untuk sekedar berbagi dan ingin mendapat perhatian namun tidak sedikit orang-orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk menjatuhkan orang lain dengan komentar yang “nyinyir” sehingga merugikan orang lain.
Perlu diketahui bahwa, bertemanlah dengan bijak di media sosial, janganlah bersifat “nyinyir” karena bisa jadi orang yang anda hadapi adalah orang yang berpengaruh dan memiliki kedudukan sosial yang baik sehingga dapat merugikan diri anda sendiri.
“Sumber Informasi”
Thanks for reading Dampak Etika Media Sosial . Please share...!