Desain dan Pemrograman Multimedia Pembelajaran Interaktif
Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan yang besar di berbagai aspek kehidupan. Dalam ranah pembelajaran di sekolah, terjadi perubahan dan pergeseran paradigma pendidikan dimana perkembangan pesat dibidang teknologi informasi tersebut, mempercepat aliran ilmu pengetahuan yang menembus batas-batas dimensi ruang, birokrasi, kemapanan, dan waktu. Teknologi informasi dapat menampilkan data dan mentransfer informasi dengan kecepatan tinggi, menyebabkan ilmu pengetahuan dapat diakses secara cepat oleh penggunanya. Tentu saja kondisi ini berpengaruh pada kebiasaan dan budaya pendidikan yang dikelola selama ini.
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi tersebut semakin mendorong upaya- upaya pembaharuan
dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Para
guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh
sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat
yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan
pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang
tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat
media pengajaran yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan
pembelajaran.
Pembelajaran adalah perpaduan dari
dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas
mengajar menyangkut peranan seorang guru dalam konteks mengupayakan terciptanya
jalinan komunikasi harmonis antara pengajar itu sendiri dengan si belajar.
Menurut Sugandi (2000) ciri–ciri dari pembelajaran antara lain:
1. Pembelajaran dilakukan secara sadar
dan direncanakan secara sistematis;
2. Pembelajaran dapat menumbuhkan
perhatian dan motivasi siswa dalam belajar;
3. Pembelajaran dapat menyediakan bahan
belajar yang menarik dan menantang bagi siswa;
4. Pembelajaran dapat menggunakan alat
bantu belajar yang tepat dan menar.
5. Pembelajaran dapat menciptakan
suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
6. Pembelajaran dapat membuat siswa siap
menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.
Dalam pembelajaran komponen
terpenting adalah pendidik dan peserta didik yang selalu berinteraksi dalam
proses belajar mengajar. Dari komponen pelajar meliputi tingkat perkembangan,
tingkat kesiapannya, minatnya, aspirasi dan sebagainya. Dari komponen pengajar,
meliputi tingkat kemampuan, minat, waktu, wibawa, status, dan sebagainya. Dari
komponen interaksi meliputi isi interaksi, apa yang dilakukan pelajar,
alat-alat yang dipakai, metode yang dipergunakan dalam mengajar, sikap belajar
yang tumbuh pada pelajar sebagai hasil interaksi belajar mengajar.
Dalam belajar mengajar hal yang harus
diutamakan adalah proses, karena proses inilah yang menentukan tujuan belajar
akan tercapai atau tidak tercapai. Ketercapaian dalam proses belajar mengajar
ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut
baik yang menyangkut perubahan bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan
(psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Seringkali
terjadi dalam proses belajar mengajar yang hanya berorientasi pada hasil dengan
mengabaikan proses, hal ini tentunya akan mengakibatkan kualitas pendidikan
yang sesungguhnya terabaikan. Dalam proses belajar mengajar ada banyak faktor
yang mempengaruhi tercapainaya tujuan pembelajaran diantaranya pendidik,
peserta didik, lingkungan, metode/teknik serta media/alat pembelajaran.
Dalam kaitannya dengan usaha untuk
mencapai tujuan pembelajaran, media pembelajaran mempunyai peran yang sangat
penting. Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat membantu proses
pembelajaran karena berkaitan dengan indera pendengaran dan penglihatan. Adanya
media pembelajaran bahkan dapat mempercepat proses belajar mengajar menjadi
efektif dan efisien dalam suasana yang kondusif, sehingga dapat membuat
pemahaman peserta didik lebih cepat. Dengan adanya media pembelajaran maka
tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan
berbagai media pengajaran. Selanjutnya, guru pendidik dapat menciptakan
berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam
situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat diantara
peserta didik.
Lebih lanjut, media pembelajaran
dapat membantu guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang
abstrak dan asing (remote) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh
peserta didik. Bila media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan
proforsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif.
Permasalahan yang terjadi di lapangan
adalah banyak pendidik yang belum mampu mengoptimalkan teknologi yang ada untuk
mewujudkan sebuah pembelajaran yang melibatkan media pembelajaran berbasis
teknologi seperti komputer. Sebagian besar pendidik terkendala permasalahan
teknis tentang prosedur pembuatan media pembelajaran elektronik baik dari ranah
penguasaan teknik pemrograman, maupun tampilan visual atau desain. Pada
akhirnya media pembelajaran berbasis komputer hanya sebatas pemindahan media
kertas ke media digital dengan tampilan yang sama, dan interaktifitas yang
relatif minim. Hal ini yang menyebabkan media pembelajaran menjadi kurang
optimal
Gambar
. contoh media pembelajaran dengan aplikasi Power Point
Gambar.
media pembelajaran berbasi komputer
Sebagai salah satu solusi
yang ditawarkan atas permasalah tersebut, buku ini akan memfokuskan pembahasan
terkait proses pembuatan media pembelajaran interaktif dengan menggunakan
aplikasi Adobe Flash. Pembahasan dalam buku ini meliputi proses membanggun
interaktifitas, penggunaan animasi, audio dan video, serta pemanfaatan kode
actionscript dalam aplikasi permainan edukatif.
Thanks for reading Desain dan Pemrograman Multimedia Pembelajaran Interaktif. Please share...!

